Sabtu, 22 Agustus 2015

Si Baik dan Si Buruk

kadang tebersit di pikiran kita, mengapa banyak sekali orang baik yang bisa tersisihkan oleh orang jahat. padahal, kalau kita ingat-ingat ajaran orang tua dulu, atau mungkin kalau kita tengok film dan buku-buku, tak sedikit yang meyakinkan kita (lewat pesan moralnya), bahwa orang jahat selalu dapat dikalahkan oleh orang baik. tapi, nyatanya tidak seperti itu. ada banyak orang baik yang kalah bersaing dengan orang jahat.
biasanya si jahat memang main curang, apa pun bentuknya. tapi, seharusnya yang baik tetap menang walaupun si jahat berlaku curang, selicik dan sehina apa pun cara yang dia tempuh. sekarang, coba pikirkan, bagaimana kalau keadaannya tidak selalu seperti itu, bahkan saya sering menyaksikan ada orang baik yang dia mesti mengalah atau tunduk kepada orang jahat. hmmm..."mungkin pertandingan belum selesai, kita lihat nanti siapa yang tertawa paling akhir". ternyata anggapan saya salah, sampai akhir pun si baik tetap kalah, sementara si jahat tetap berbusung dada sambil merayakan kemenangannya.
apakah ini sebuah fenomena? ataukah suatu anomali alam? tentu sebagai orang yang beragama (saya harap kalian pun demikian), saya berkesimpulan bahwa itu semua memang rahasia Tuhan. jika memang benar seperti itu, makin jelas bahwa Tuhan benar-benar menyimpan banyak rahasia. sudahlah, jangan kita risaukan soal rahasia tuhan itu, toh memang sudah seperti itu adanya. biar Dia yang mengatur, mana yang jadi rahasia atau mana yang ditunjukkan terang-terangan ke dalam hati dan pikiran kita (saya tidak gunakan kata "mata", sebab sering kali orang yang punya mata tidak lebih pandai melihat daripada orang yang tidak punya mata). kembali ke fenomena (kalau kita boleh sebut seperti itu) si baik yang kalah dari si jahat. terus terang, ini semua masih tanda tanya besar. sebentar, sepertinya ada sesuatu yang salah, sesuatu yang terlewat dan lebih penting dari ini. sebenarnya, yang seperti apakah "baik" dan "jahat" itu? "benar" dan "salah" itu? ada singgungan yang erat dari kata-kata itu. kita memang tahu bahwa soal "baik" dan "buruk", itu sebenarnya relatif.  coba, saya tanya diri saya dulu:

SE: apakah kamu orang baik?
e: ya,
SE: apa buktinya?
e: saya tidak pernah punya niat untuk mencelakai orang atau berbuat buruk pada orang secara sengaja.
SE: yakin? waktu itu temanmu butuh bantuan, apakah kamu menolongnya?
e: ...

ya, saya barangkali bukan orang baik. tapi, definisi atau parameter orang baik itu sebenarnya apa? apakah ada ukuran pasti yang kita bisa setia berpegang padanya? ataukah hanya dengan perasaan dan insting saja, walaupun kembali saya tegaskan bahwa baik atau jahat itu relatif. ketika Amerika mengebom Nagasaki, saya yakin orang Amerika waktu itu menganggapnya sebagai sesuatu yang mulia, melibas salah satu tokoh antagonis Dunia pada waktu itu. tapi bagi rakyat Jepang sendiri, tentu hal itu tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang mulia sebab mereka semua menderita karenanya. tidak, pasti ada takaran untuk menjustifikasi bahwa sesuatu itu baik atau buruk. suatu standar yang memang seharusnya semua orang tunduk padanya. adakah "sesuatu" yang seperti itu? saya rasa ada, dan manusia bisa menilai dengan lebih tepat mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah, bila memakai standar ini. sesuatu yang memang tak bisa diganggu gugat karena dirancang oleh sesuatu yang tidak bisa kita usik dan perkarakan. kira-kira, apa ya? coba kita tanyakan Tuhan, mungkin dia punya sesuatu yang seperti itu :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar