Senin, 15 Juni 2015

InfO2rmasi

Pada masa ini, orang yang akan menguasai dunia adalah orang yang menguasai informasi.

Dulu orang pikir kekuasaan hanya bisa didapat lewat kekuatan, tak ubahnya saat zaman primitif. Saat seseorang punya keingingan, “paksaan” menjadi pilihan utama. Yang membedakan hanyalah sifatnya; ada paksaan secara keras dan ada paksaan secara lembut. Paksaan keras digunakan oleh orang dengan intelijensi yang agak kurang, sedangkan paksaan lembut biasa digunakan oleh orang berpendidikan dan punya pengaruh, bahkan tak jarang ia memanfaatkan orang lain. Ya, ada masa paksaan, yang pada masa itu orang dibuat takut untuk mengikuti kemauan orang lain. Ini pun terjadi dalam peperangan. Dalam suatu pertempuran—pada era apa pun—kekuatanlah yang lebih ditonjolkan:  kelebihan jumlah tentara, seberapa maut senjata, atau sebanyak apakah jumlah sekutu. Dahulu orang beranggapan kekuatan fisik adalah segalanya, dan hal ini berlangsung lama sekali.

Walaupun peralihan antara zaman hard power ke soft power tidak terlalu disadari, eskalasi kesadaran massa akan hal ini semakin lama semakin memuncak. Semenjak ada internet—yang awalnya hanya niatan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya—dunia kian mengecil. Arus informasi begitu deras, koloni manusia disuplai beribu kubik informasi. Perkembangan media dan utamanya internet telah mengubah masyarakat dunia menjadi makhluk informasi; orang-orang tak dapat bertahan hidup tanpa informasi. Dan memang, saat ini manusia tak bisa melepaskan diri dari kebutuhan akan informasi. Di segala bidang kehidupan manusia: sosial, politik, teknologi, ekonomi, militer, semuanya membutuhkan informasi. Kekuatan atau hard power saja tak cukup untuk mengatasi masalah atau untuk mengungguli rival, apa yang terpenting adalah penguasaan informasi. Sebuah informasi dapat sangat menentukan. Kini manusia diajak bergelut dengan dunia intelijen hingga ranah pribadinya. Perkembangan media komunikasi yang terintegrasi dengan internet menciptakan kondisi yang akan terus melanjutkan pola hidup haus-informasi seperti saat ini.

Mengingat seseorang sangat bergantung dengan informasi, orang yang menguasai informasi (dan tentunya media) akan sangat mudah mengendalikan manusia lainnya. Ada hikmah berupa manfaat akan era informasi, tapi ada racun berupa penipuan dan rekayasa yang dapat mencelakai siapa pun. Inilah saatnya perang informasi,suatu zaman ketika manusia berperang memperebutkan informasi; untuk memenangkan segala kompetisi dan memenangkan persaingan akan perebutan informasi itu sendiri. Jangan pernah lupa bahwa tidak ada peperangan yang dimulai tanpa adanya bocoran informasi; sesuatu yang menyulut dan memicu suatu keputusan. Informasi bisa dijadikan komoditas, bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan pilihan, dan yang terpenting ialah informasi bisa digunakan sebagai senjata. Ronald Reagan pernah menyatakan, “Informasi ialah oksigen-nya era modern.” Tentu, tidak ada manusia yang tidak butuh oksigen, bukan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar