Selasa, 22 September 2015

Tik tok tik tok …

Waktu terasa begitu cepat berlalu dan semakin cepat berlalu. Rasanya memang begitulah adanya. Dulu kata orang, saat saya ceritakan hal ini, dia minta saya bersyukur. Dia bilang itu tandanya waktu yang saya punya selalu bisa saya manfaatkan dengan hal-hal yang berguna. Tapi saat ini, saya merasa bahwa waktu secara harfiah memang benar-benar cepat berlalu. Entah mengapa, dari hari ke hari, waktu terasa begitu deras mengalir. Seorang teman di kantor bilang bahwa waktu sangat tidak terasa berlalu, dari pagi hingga siang, dari siang hingga petang, hingga akhirnya bubaran pulang. Dia bilang karena dirinya sibuk. Tapi, saya pernah mencoba seharian bermalas-malasan, ternyata waktu tetap saja sangat cepat merangkak meninggalkan lamunan kita, menelantarkannya di sudut-sudut dan emperan pusaran dimensi waktu yang penuh misteri.

Menurut saya, kita merasa diri kita terlalu banyak pekerjaan sehingga waktu benar-benar tersita. Ilusi ini terjadi karena otak dikelabui oleh pembagian waktu dan kinerja dirinya sendiri. Misalnyaada seseorang diserahi sebuah tugas yang harus ia kerjakan dalam waktu 5 menit, anggaplah 5menit itu bisa dibagi menjadi 5 x 1 menit untuk mengerjakan 1 pekerjaan. Tapi bila orang lainjustru punya lima pekerjaan dengan jatah waktu hanya 1 menit, porsi seharusnya 20 menit (jika kita hitung 5 menit untuk satu pekerjaan seperti orang pertama), waktu otomatis akan sama sekali tidak terasa berlalu. Itu mungkin ilusi yang terjadi manakala otak berpacu dengan waktu. Mungkinkah ini ada kaitannya dengan teori relativitas waktu? =p

Ada pula orang yang menghubungkannya dengan gejala kosmik yang berkaitan dengan fisika. Waktu berputar begitu cepat (dengan kata lain menjadi singkat), karena dimensi kehidupan—artinya dimensi yang memuat kehidupan—mengalami suatu fase manakala kita berada pada elips tersempit. Kalau kata Einstein atau Hawking bahwa sebenarnya alam semesta dan lintas waktu itu berbentuk spiral, mungkin kita memang berada pada putaran spiral yang sempit. Agak membingungkan memang, saya pun tidak terlalu paham akan hal ini, tapi tak apalah sedikit meracau, toh itu tidak diharamkan. Bagaimanapun juga, otak manusia tetap tidak akan dapat menjangkau titik-pasti akan perkara ini, sebab Tuhan akan tetap menjadi Dzat yang lebih tahu daripada manusia. Kita harus ingat bahwa Tuhan-lah yang menciptakan semesta ini. Dia lebih ahli dengan fisika kuantum daripada siapa pun juga. Ini karena Dia-lah yang menjadi sumber dan pemilik segala ilmu yang diketahui manusia.

Apa pun faktor yang memicu fenomena waktu yang berjalan cepat ini (saya hampir yakin bahwa kita semua turut merasakannya), satu hal yang pasti ialah kita harus memanfaatkan waktu semaksimal mungkin. Benar apa kata ulama terdahulu: “Yang paling dekat dengan kita ialahkematian karena kita tidak tahu kapan ia menghampiri kita; yang paling jauh dari kita ialah waktu, sebab kita tak dapat memutar balik waktu dan menggapai saat-saat yang telah berlalu.” Ya, itulah hikmahnya. Sekarang, bersyukurlah kepada sang Pencipta waktu, segeralah beranjak dari tulisan ini untuk melakukan sesuatu yang lebih baik. Ingat, waktu berjalan cepat …
tik tok tik tok.[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar